27 January 2012

Inilah Pesawat Mata-Mata AS yang Baru


Foto : Argus One (WSGI)

WASHINGTON - Pesawat mata-mata tak berawak Argus One dinobatkan sebagai pesawat intai terbaru yang dimiliki oleh Pentagon. Pesawat itu memiliki teknologi yang sangat canggih namun, beberapa orang menilai, bentuk pesawat itu cukup memalukan.

Argus One sanggup mengangkut peralatan mata-mata canggih beserta kamera intai dengan total bobot maksimal 15 kilogram. Pesawat itu bahkan sanggup menyelinap ke sejumlah wilayah terpencil dan kuat menerjang badai.

Desainer dari Argus One mengatakan, bentuk dari pesawat mata-mata itu sengaja didesain untuk meningkatkan stabilitas dan kontrol aerodinamisnya serta meningkatkan kemampuannya untuk mengudara dalam jangka waktu lama. Argus One sanggup dikendalikan secara manual dan bisa pula secara otomatis dengan menggunakan sistem navigasi dari Global Positioning System (GPS).

Nama Argus One diambil dari nama dewa Yunani, Argus. Argus adalah dewa yang memiliki ratusan mata. Pesawat itu dirakit oleh World Surveillance Group Inc (WSGI) dan saat ini sudah diuji coba dibeberapa lokasi. Pesawat itu juga diklaim sulit terdeteksi oleh radar musuh," Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (27/1/2012).

"Pesawat ini sangat fleksibel, dengan struktur badannya yang tidak kaku, pesawat ini dapat disimpan dan dioperasikan dengan mudah," ujar WSGI.(AUL)

Source : okezone.com
Read More >>

20 July 2011

The Jackal, Otopet Medan Perang yang Futuristik

Mendengar kata otopet, pikiran kita pasti langsung melayang kepada mainan yang sering dipakai oleh anak-anak. Alat yang digerakan oleh kayuhan kaki ini, pernah booming beberapa tahun ke belakang.

Tapi tahukah kalian, kalau otopet juga bisa digunakan di medan perang. Ya, dialah The Jackal. Otopet yang satu ini posturnya sangat gahar, gagah dan bisa dibilang “berotot”.
The Jackal

Jackal bergerak dengan menggunakan roda berantai bak pansernya tentara. Dilengkapi dengan senapan mesin dan pelontar granat.

Di dalam tubuh jackal, disusupi mesin berkapasitas 250cc yang terpasang di bawah papan pijak besi. Sumber energinya berasal dari kombinasi bensin dan baterai. Jackal menggunakan mesin hibrida sehingga tidak mengeluarkan suara bising, cocok untuk menyusup ke wilayah pertahanan musuh.


Jadi untuk menggerakan Si Jackal ini, kita tidak usah susah-susah mengayuhnya, tinggal di gas saja. Dan kecepatannya pun tidak terlalu mengecewakan, dengan bobot 113 kg, Jackal mampu melesat hingga 50 km/jam.

Dengan bentuk yang benar-benar mirip kendaraan tempur ini, Jackal mampu beroperasi di medan sesulit apapun. Desainnya memang diperuntukan untuk menyusuri perbukitan berbatu sampai gurun pasir paling ganas.

Selain untuk mengejar dan mengintai musuh, otopet militer ini pun bisa digunakan untuk mengangkut barang serta menarik rekan yang terluka parah. Bobot maksimal yang bisa ditariknya adalah 226 kg.


Sejak peluncurannya dua bulan lalu oleh perusahaan BPG Werks (perusahaan pengembang otopet dari Kanada), peminat Jackal dari seluruh dunia sudah mengantri.

Kalau Anda menginginkannya, siapkan saja dana sekitar US$ 2500 atau Rp 21,3 juta. Sepertinya harga segitu tidak terlalu mahal, mengingat Jackal ini juga dilengkapi oleh pengendali jarak jauh, jadi bisa digerakan layaknya mobil remote control.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More >>

26 March 2011

Sub Skimmer Ditampilkan di JIDD


JAKARTA - Pernah melihat sebuah kapal yang bisa bergerak di atas dan di bawah permukaan air? Jika belum, cobalah datang ke pameran Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Senayan, Jakarta Pusat pada 23-25 Maret ini. Kapal yang dibuat TNI AL tersebut dipajang di sana.

Acara dan pameran ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan seluruh Kementerian Pertahanan dari beberapa negara undangan. Sejumlah produk militer Tanah Air pun dipajang. Mulai dari senjata buatan PINDAD, teknologi jaringan keamanan, hingga produk-produk hasil pengembangan TNI.

Nah, khusus produk pengembangan dari TNI AL, ada produk unggulan buatan dalam negeri bernama Sub Skimmer. Kapal kecil yang terinspirasi dari produk Inggris ini diklaim sebagai produk yang bisa berfungsi untuk operasi penyusupan.

"Kelebihannya bisa di gunakan di atas permukaan dan dibawah air. Ada engine untuk di atas dan motor transfer untuk di bawah air. Alat ini kita buat di Pondok Labu-Jakarta Selatan pusat litbang kita," ujar Letkol A Syahroni, salah seorang anggota Litbang TNI AL kepada detikcom, Rabu (23/3).

Menurut Syahroni, kapal ini didesain dengan peredam khusus agar tak terdeteksi musuh. Kecepatannya bisa mencapai 25 knot di atas permukaan air, sementara saat menyelam mampu melaju hingga 4 knot.

"produk ini aslinya kita copy dari Inggris, tapi buatan kita lebih stabil dari produk mereka. Dan sudah 3 kali kita ujicoba," sambungnya.

Sub Skimmer bisa digunakan untuk menampung 6 orang pasukan khusus. Di dalam kapal, ada juga peralatan penunjang seperti alat selam dan tabung oksigen. "Biaya pembuatan untuk satu produk berkisar mulai Rp 2,5-3 miliar," lanjutnya.

Jika sudah sempurna, produk ini rencananya akan dibuat seara masif. Dan tidak menutup kemungkinan negara lain yang tertarik akan kita ditawarkan. "Tapi sementara ini kita gunakan buat pasukan kita dulu," terangnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM
Read More >>

23 March 2011

TNI AU Ujicoba Radar Mobile 'Smart Hunter'


MADIUN - Tak hanya QW-3, Smart Hunter kini telah juga dimiliki Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhasau), pada kesempatan tersebut di uji coba di main appron Lanud Iswahjudi yang diperagakan oleh personel Paskhasau, Rabu (23/3).

Rudal QW-3 yang memiliki jarak tembak efektif 6000 meter tersebut kini dilengkapi dengan peralatan Smart Hunter, semacam radar mobile dengan jarak jangkau sejauh 20-30 kilo meter.

Dalam pengoperasianya alat buatan Cina tersebut dapat dioperasikan oleh lima personel Paskhasau dan dapat berpindah-pindah tempat.



Smart Hunter yang diperagakan yaitu digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi pesawat musuh, sehingga memudahkan bagi ”Gunner” untuk melakukan penembakan dengan menggunakan Rudal QW-3.

Dalam uji coba yang disaksikan oleh pejabat dari Mabesau, Makor Paskhasau, Lanud Iswahjudi dan Depohar 60 tersebut menggelar peralatan Smart Hunter untuk mengetahui efektifitas peralatan tersebut serta mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Smart Hunter tersebut. Selanjutnya uji coba penembakan/peluncuran Rudal QW-3 akan dilaksanakan di Pacitan pada Kamis (24/3) besok.

Sumber : DISPENAU
Read More >>

12 February 2011

X-47B, Jet Tempur Canggih Tanpa Awak

12971128351194303621

Pesawat jet tempur canggih ini adalah pesanan dari Navy Seal—pasukan elit angkatan laut Amerika Serikat.
Uji coba terbang perdana ini diamksudkan untuk menguji kelayakan terbang, kemampuan dan kehandalan perangkat lunak (software) yang mampu mengoperasikan pesawat ini secara otomatis [tanpa pilot]—sekaligus  melihat kemampuannya untuk take-off dan landing di atas dek kapal laut” kata Capt. Jaime Engdahl (UCAS-D program manager, angkatan laut AS), seperti dikutip oleh NG.
Engdahl juga mengatakan bahwa jet tempur ini mampu beroperasi bersama-sama dengan kapal laut atau kapal udara pengangkut. Disamping menghasilkan data uji, percobaan terbang perdana ini juga untuk melihat aspek aerodinamis dari desain jet tempur X-47B ini.
12971135101120144709
Flight Envelope (sumber: wikipedia)
Dalam press releasenya NG mengatakan bahwa X-47B akan tetap berada di pangkalan udara AS untuk ekspansi “flight envelope”—kemampuan manuver, sebelum dipindahkan ke Naval Air Station akhir tahun 2011 ini.

Secara teknis, X-47B ini disebut “Unmanned Combat Air Vehicle (UCAV)”, tetapi sesungguhnya pesawat ini adalah evolusi dari jet tempur NightHawk F-117 dan Raptor F-22, dan F-35 (terbaru sebelum X-47B) yang membuat perang Iraq kelihatan lebih mirip seperti game komputer saat melihatnya di situs departemen pertahanan Amerika serikat. Perpaduan antara teknologi siluman (stealth) dan kecanggihan misil yang membuat bomber B-2 Sprit kelihatan begitu angker skaligus mengerikan di medan tempur.
Meminjam dari era riset “sayap terbang (flying wing)”, bisa dibilang X-47B adalah sebuah jet tempur yang memadukan desain indah dengan kecanggihan mesin dan teknologi elektronik, tidak tertangkap oleh radar, dan sulit dikunci oleh misil berteknologi infra merah.
1297113180839589260
Pesawat ini memiliki kemampuan take-off secara otomatis, terbang menuju lokasi target penyerangan dengan sendirinya, mengenali medan yang berada dibawahnya dengan teknologi peretasan melalui berbagai macam alat sensor, lalu—jika diperintahkan (dari jarak jauh)—menjatuhkan misil dengan tingkat akurasi tinggi, di lokasi yang diperintahkan, sebelum kemudian terbang kembali ke pangkalan yang telah ditentukan.
Kelihatanya, X-47B ini adalah successor F-35 jet tercanggih Amerika Serikat sebelumnya. Dirancang khusus sebagai jet tempur pemburu masa depan, dengan satu pertimbangan bahwa: Di masa depan, pilot manusia sudah tidak akan dibutuhkan lagi.
Dalam suatu pertempuran, kehilangan jet tempur adalah kerugian teknologi dan eknomi yang sangat besar. Akan tetapi, kehilangan pilot adalah kerugian multi aspek: aspek kemanusiaan yang buruk, dilihat dari aspek politik juga buruk, dan dari aspek moneterpun juga sangat buruk—dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merekrut, mendidik dan melatih pilot hingga layak terbang.
Mau lihat Videonya


Source : Northrop Grumman , http://teknologi.kompasiana.com , www.youtube.com
Read More >>

31 December 2010

Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Cepat Rudal Trimaran


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meninjau PT. Lundin Industry Invest, yaitu salah satu perusahaan swasta nasional yang memproduksi kapal patroli cepat yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut Menhan didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kasal Laksamana TNI Soeparno meninjau pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran pesanan TNI AL.

Kunjungan dilaksanakan usai meninjau latihan Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) dan menghadiri acara serah terima Tank Amfibi BMP-3F di Situbondo, Banyuwangi, Sabtu (11/12). Selain Panglima dan Kasal, turut pula Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, MA, dan sejumlah pejabat di jajaran Kemhan, Mabes TNI dan Mabes AL..

Dalam peninjauannya, Menhan dan rombongan diterima Pimpinan PT. Lundin Industry Invest John Ivar Allan Lundin dan jajaran stafnya. Dengan dipandu oleh John Ivar Allan Lundin, Menhan dan Panglima TNI secara langsung meninjau proses pembuatan KCR Trimaran, Sea Raider, Combat Boat pesanan TNI AL.

Ditanya wartawan usai peninjauan, Menhan mengatakan pengadaan KCR Trimaran ke PT. Lundin Industry Invest ini adalah pengadaan untuk yang pertama kali, untuk itu masih diujicoba kemampunannya. Menurut Menhan, apabila dalam pengujian ini berhasil dengan baik maka selanjutnya kedepan Kemhan berkeinginan untuk mengembangkannya lebih lanjut.

Sementara itu Kasal juga mengatakan, TNI AL membutuhkan beberapa kapal jenis KCR Trimaran ini, namun untuk tahap pertama terlebih dahulu akan dilakukan uji coba untuk mengetahui bagaimana manfaat, kelebihan dan kekurangannya. “Karena pengadaan kapal Trimaran ini baru kali ini, oleh karena itu perlu kajian lebih lanjut setelah kapal ini dipakai nanti”, ungkapnya.

KCR Trimaran yang mulai dibuat awal 2010 itu memiliki ukuran panjang 63 meter dan lebar 15 meter. KCR Trimaran memiliki kapasitas 31 orang dan satu tim pasukan khusus. Kapal dijadwalkan selesai pada bulan Desember 2010 untuk memperkuat Alutsista TNI AL dalam rangka mendukung pertahanan dan keamanan laut Indonesia.

Kapal senilai Rp 250 miliar itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penambahan kapal ini sebagai bagian dari percepatan alat-alat pertahanan TNI dengan melibatkan perusahaan di dalam negeri, baik milik pemerintah dan perusahaan swasta nasional.

Sedangkan PT. Lundin Industry Invest pembuat KCR Trimaran merupakan perusahaan yang telah berdiri di Banyuwangi sejak tahun 2004 dan telah memproduksi 72 unit kapal untuk militer, SAR dan kapal pesiar. Selain melayani TNI AL, berbagai produksinya diekspor ke Australia, Brunei, Thailand, dan Malasyia.

Source : DMC
Read More >>

10 December 2010

AS Siap Pakai Mobil Terbang di Afghanistan


Ladang pertempuran Afghanistan tak hanya ajang uji coba senapan revolusioner Amerika Serikat, XM-25. Tapi, juga kendaraan perang anyar nan canggih milik tentara Amerika.

Nama kendaraan itu: Transformer (TX). Bentuknya mirip mainan anak-anak, namun kendaraan revolusioner itu akan banyak membantu para tentara di garis depan. Tentara AS akan mengujicobakan kendaraan ini pada 2015.
Read More >>

09 October 2010

Satelit untuk Amankan Laut


Badan Koordinasi Keamanan Laut bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dalam pemanfaatan teknologi pengindraan jarak jauh. Teknologi itu diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan, pengamanan, dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.
Read More >>

07 October 2010

Pesawat Kecepatannya Melebihi Kecepatan Suara

Concorde adalah pesawat supersonik (pesawat dengan kecepatan suara) pertama yang diciptakan pada dekade 1950-an hasil kerjasama antara Inggris dan Perancis. Tambahan huruf 'e' pada nama Concorde diberikan Inggris sebagai ucapan terima kasih atas jasa Perancis dalam pembuatan pesawat ini. Concorde dioperasikan pertama kali tahun 1969.
Read More >>

19 August 2010

Indonesia Bangun Kapal Perang Stealth a.k.a Siluman






Kementrian Pertahanan hari ini melaunching rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal. Kapal PKR ini merupakan kapal perang tempur terbesar dan pertama yang akan dibuat di Indonesia. 

'Ini memperkuat kekuatan laut kita dan dengan ini kita memiliki kekuatan yang dapat membuat gentar pihak lain yang mengancam,' ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan persnya di kantor Kementerian Pertahanan, Senin (16/8).

Read More >>

12 August 2010

UCAV, Era Pesawat Tempur Tanpa Awak


Pernah menonton film action fiksi 'Stealth'?
Disana diceritakan tentang militer Amerika yang telah mengembangkan pesawat tempur super canggih dengan teknologi stealth dan scramjet (kecepatan hiper-sonik), F/A-37 Talon.

Read More >>